Pengertian patah tulang adalah kondisi ketika tulang menjadi patah, retak, atau pecah sehingga mengubah bentuk formasi tulang. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya tekanan atau tumbukan kuat pada tulang atau karena kondisi tulang yang melemah karena osteoporosis.

Tulang yang retak atau patah dapat terjadi di area tubuh manapun. Namun, biasanya ini sering terjadi pada bagian tubuh, seperti patah tulang selangka atau bahu, patah tulang tangan (termasuk pergelangan tangan dan lengan), patah tulang belakang,patah kaki (termasuk tungkai dan engkel),  serta pinggul.

Patah tulang atau fraktur memiliki beragam jenis. Secara garis besar, beberapa jenis fraktur yang umum terjadi adalah:

  • Fraktur terbuka, yaitu kondisi ketika tulang yang patah menembus kulit sehingga bisa terlihat.
  • Fraktur tertutup, yaitu kondisi ketika tulang patah, tetapi tidak menembus kulit atau kulitnya masih utuh.
  • Fraktur parsial, yaitu kondisi ketika patahnya tulang tidak seutuhnya atau tidak lengkap atau biasa disebut tulang retak.
  • Fraktur total, yaitu ketika patahnya tulang terjadi secara total atau lengkap, sehingga tulang terbagi menjadi dua bagian atau lebih.

Dari empat tipe besar tersebut, fraktur terbagi lagi ke dalam beberapa jenis. Setiap jenis fraktur membutuhkan teknik dan prosedur yang berbeda untuk memperbaikinya. Konsultasikan dengan dokter mengenai cara penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Gejala patah tulang atau fraktura dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis, lokasi, dan tingkat keparahan yang dialami. Secara umum, gejala patah tulang atau fraktur yang sering dirasakan adalah:

  • Rasa nyeri atau sakit yang umumnya parah di area tulang yang mengalami fraktura.
  • Pembengkakan di area tulang yang mengalami fraktura.
  • Deformitas atau perubahan bentuk yang terlihat jelas di area tubuh yang mengalami fraktur.
  • Sulit menggerakan bagian tubuh di area patahnya tulang.
  • Kemerahan, memar, dan terasa hangat di kulit sekitar area tubuh yang mengalami fraktura.
  • Mati rasa dan kesemutan di area tubuh yang terkena.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu.

Fraktur terjadi karena adanya tekanan atau benturan yang kuat ke tulang, yang melebihi kekuatan dari tulang itu sendiri. Hal ini umumnya disebabkan oleh cedera, seperti jatuh, kecelakaan, atau benturan langsung yang kuat ke area tubuh, atau gerakan yang berulang hingga menyebabkan tulang retak.

Tidak hanya itu, penyebab fraktur juga bisa berupa kondisi tulang yang lemah. Umumnya ini disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu yang melemahkan tulang, seperti osteoporosis atau kanker tulang.

Meski dapat terjadi pada siapapun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit fraktura. Beberapa faktor risiko dari patah tulang adalah:

  • Berusia lanjut atau di atas usia 50 tahun.
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi alkohol.
  • Konsumsi obat kortikosteroid.
  • Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D.
  • Kurang aktif bergerak atau berolahraga.
  • Terdapat riwayat penyakit rheumatoid arthritis atau rematik.
  • Kelainan kronis, seperti penyakit Celiac, penyakit Crohn, atau kolitis ulseratif (radang usus).
  • Pernah mengalami fraktur sebelumnya.
  • Riwayat keluarga, terutama untuk patah tulang yang terjadi di panggul.